Sabtu, 20 Desember 2014
Rabu, 19 November 2014
Pengaruh Perkembangan Otak Terhadap Kecerdasan Anak
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sujiono (2013:49-52)
menyatakan bahwa anak manusia sesuai dengan kodratnya sebagai makhluk ciptaan
Tuhan telah dikarunia sejumlah kemampuan yang melebihi ciptaan Tuhan laiinya
yang ada di muka bumi ini. Kelebihan manusia dibandingkan makhluk lainnya
adalah karena manusia mempunyai akal dan pikiran yang merupakan satu kesatuan
dari hasil kerja otak. Melalui akal pikiran inilah manusia mampu menyesuaikan
diri dengan lingkungannya untuk dapat mempertahankan diri dan melanjutkan keturunannya. Selanjutnya ciri yang paling
dominan adalah manusia mampu mengembangkan dirinya seoptimal mungkin melalui
proses eksplorasi dan belajar dari lingkungan.
Sujiono (2010: 49-52) Masa
usia dini merupakan masa awal
perkembangan. Banyak pakar meyakini bahwa masa ini merupakan masa keemasan
untuk melakukan stimulasi fungsi otak melalui berbagai aktivitas yang dapat
menstimulasi organ penginderaan berupa kemampuan visual, auditori, sensori dan
motorik. Berkat kemampuan fungsi otaknya, manusia dapat menjalankan fungsi
fisik dan psikososialnya dan dapat lebih meningkatkan kemampuan tersebut
melalui kegiatan belajar yang merupakan interaksi dengan lingkungannya baik disengaja
ataupun tidak sengaja.
Otak
manusia terdiri dari belahan otak kiri dan kanan. Otak kiri berkaitan dengan
fungsi akademik yang terdiri dari kemampunan berbicara, kemampuan mengolah tata
bahasa, baca tulis, daya ingat, logika, angka, analisis,dll. Sementara otak kanan tempat untuk perkembangan
hal-hal yang bersifat artistik, kreativitas, perasaan, emosi, gaya bahasa,
irama musik, imajinasi, khayalan, warna, pengenalan diri dan orang lain,
sosialisasi, pengembangan kepribadian. Para ahli banyak yang mengatakan otak
kiri sebagai pengendali IQ (Intelligence Quotient), sementara otak kanan
memegang peranan penting bagi perkembangan EQ (Emotional Ouotient) seseorang
(dalam http://eliyohana123.blogspot.com/2013/10/22-cara-memaksimalkan-otak-kanan-dan.html).
Menurut
saya, sistem pembelajaran di negeri kita masih mengacu pada perkembangan otak
kanan semata. Padahal di Eropa dan Amerika misalnya, pendidikan yang diterapkan
berupa kegiatan menari, menyanyi, melukis dan sebagainya pada awal-awal
pendidikan. Untuk itu, dalam makalah kali ini, saya akan membahas mengenai uraian
perkembangan otak yang berhubungan dengan sembilan kecerdasan majemuk.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1
Apakah
pengertian dari kecerdasan majemuk?
1.2.2
Sebutkan fungsi
otak?
1.2.3
Bagaimana Cara
Mengoptimalkan Kecerdasan Otak Anak?
1.2.4
Bagaimana pengaruh
musik terhadap kecerdasan otak anak?
Senin, 17 November 2014
Dasar2 Kurikulum-Winarti-1313054065-Pg.PAUD UNILA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Bermain
merupakan kegiatan yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik,
sosial, emosi, intelektual, dan spiritual anak usia dini. Dengan bermain anak
dapat mengenal lingkungan, berinteraksi, serta mengembangkan emosi dan
imajinasi dengan baik. Pada dasarnya anak-anak suka sekali bermain, bergerak,
bernyanyi dan menari, baik dilakukan sendiri maupun berkelompok.
Bermain
adalah kegiatan untuk bersenang-senang yang terjadi secara alamiah. Anak tidak
merasa terpaksa untuk bermain, tetapi mereka akan memperoleh kesenangan, kenikmatan,
informasi, pengetahuan, imajinasi, dan motivasi bersosialisasi. Bermain
memiliki fungsi yang sangat luas, seperti untuk anak, untuk guru, orang tua dan
fungsi lainnya.bagi anak. Dengan bermain dapat mengembangkan fisik, motorik,
sosial, emosi, kognitif, daya cipta (kreativitas), bahasa, perilaku, ketajaman pengindraan,
melepaskan ketegangan, dan terapi bagi fisik, mental ataupun gangguan perkembangan
lainnya.
Fungsi
bermain bagi guru dan orangtua adalah agar guru dan orangtua dapat memahami karakter
anak dan jalan pikiran anak, dapat intervensi, kolaborasi dan berkomunikasi
dengan baik kepada anak. Fungsi lainnya adalah rekreasi, penyaluran energi,
persiapan untuk hidup dan mekanisme integrasi (penyatuan) dengan alam sekitar.
Menurut
NAEYC (National Association for The Education of Young Children,1997),
bermain merupakan alat utama belajar anak. Demikian juga pemerintah Indonesia
telah mencanangkan prinsip, “Bermain sambil belajar atau belajar seraya bermain”.Bermain
yang sesuai dengan tujuan di atas adalah bermain yang memiliki ciri-ciri
seperti : menimbulkan kesenangan, spontanitas, motivasi dari anak sendiri, dan
aturan ditentukan oleh anak sendiri.
1.2
Rumusan Masalah
1.2.1
Apakah pengertian dari bermain?
1.2.2
Sebutkan fungsi bermain?
1.2.3
Apakah tujuan
bermain?
1.2.4
Mengapa bermain sambil belajar?
Sabtu, 25 Oktober 2014
Langganan:
Postingan (Atom)


